My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


Leave a comment

Simple but Fascinating : Soto Kudus Gadjah Mada

Well, before I start to write about the food, I’d like to say sorry for quite a long time between each posts since I don’t really go out much lately and I’m kinda busy with some stuffs, but as long as I have something to pour to my blog and time between my activities, I’ll do blog. (This also goes the same for me at making artworks.)

This time, the dish I want to talk about is a true Indonesian dish called Soto, specifically ‘Soto Kudus’ with Kudus is a city in Central Java where the dish originally comes from. This soto kudus isn’t located in Kudus, but in Jogja, and I’m also thinking if the taste is similar since I’ve never tried the original soto kudus.

The restaurant is called Soto Gadjah Mada located in Jl. Kabupaten, Yogyakarta, not exactly remember the number, though. It’s a simple and clean restaurant surrounded by fresh scent of rice paddy fields. From inside, you can gaze through the window for a fascinating greenies scenery.

The only entrée in this restaurant is soto kudus which comes in 2 bowl sizes, regular (IDR 7k) or jumbo (IDR 10k). Here’s what it looks like :

soto

Soto Kudus (jumbo)

Mostly, as far as I know and find, soto has quite clear broth/soup. In this case, the broth wasn’t clear at all. This might be caused of various spices which were mixed together. Indeed, the broth was very spice-y. It gave slight taste of sweet, a little bit of savory and salty with a very gentle touch of sourness. I predicted that the spices are like turmeric, coriander, and a little sparkle of pepper. The combination was perfect for my personal preference. One jumbo bowl is enough for an average eater without making our stomach overly full.

Along with the main course, the waiters/waitress will give you various side dish like skewered-clam (sweet and chewy but this is my favorite), skewered-quail eggs (quite sweet for the outer part since they’re marinated with mixture of soy-sauce-based-broth before), tahu bacem (a real Indonesian side dish, which is grilled tofu marinated in soy sauce spices), skewered intestines and some more. Unfortunately I didn’t take a picture of them. 😦

Since this place is about soto kudus only, I can recommend this place to any of you who wants to get a try out. It isn’t expensive, delicious, and has clean and fresh environment.

I know I didn’t put a lot of words this time, but give comments if you have any ideas or opinions, give like if you enjoy reading this post, and stay tuned for my next foodie reviews.

CHEERS!!



I also do some artworks (in self-practice as well, actually), if you’d like to visit, you are very welcomed to my Artstation and Patreon profile.

Patreon

Artstation

and also selling some original merchandise at Redbubble
*Sorry, get to promote everything, but, yeah, my effort on living my dream may be starting from the very bottom*

Thank you. :D*


Leave a comment

It’s Rude, It’s Offensive, yet Delicious : Soto DJANCUK

Saya nggak akan tau ada tempat macam ini kalau nggak diajak bapak saya.. hahaha

Jadi, di suatu sudut Kota Jogja, ada sebuah tempat makan unik nan eksentrik yang menyuguhkan satu menu makanan asli Indonesia sebagai spesialisasinya. Tempatnya mudah sekali untuk ditemukan (karena nggak hilang hahahahaha [bad joke is bad]) karena nggak sampai masuk-masuk gang yang mblusuk. Anda bisa datang dari arah PGRI atau PUKJ. Bila Anda datang dari Arah PUKJ (Jl. Martadinata belok ke arah selatan di lampu merah pertigaan), lurus saja terus ke selatan dan Anda akan ketemu pertigaan dengan lampu merah. Kalau ke kiri Anda akan ke arah PGRI, tapi untuk ke rumah makan ini Anda belok ke kanan. Maju sekitar 500an meter dan Anda akan langsung menemukan tempat ini di sisi kiri jalan. Biasanya akan ada mini bus seperti ini (gambar di bawah) yang diparkir di depan rumah makannya.

20150718_115436

20150718_115313

Jadi, kata bapak saya, itu adalah food truck (sesuai tulisannya) yang dipakai untuk berkeliling memasarkan dagangannya. Pembeli bisa makan di dalam karena dalamnya sudah didesain sedemikian rupa sehingga mirip mini bar lengkap dengan meja, kursi, peralatan dapur, penerangan dan lain-lain. Dengan kata lain bus ini adalah rumah makan yang mobile.

Saking eksentriknya, rumah makan ini diberi nama Soto Djancuk oleh pemiliknya. Kenapa? Saya juga nggak tau menau karena belum pernah bertemu pemiliknya langsung dan kabarnya hampir nggak pernah ada di sana. Barangkali ia dari Jawa Timur :D. Nah, kata ‘djancuk’ ini sebenarnya umpatan yang biasa dipakai oleh orang Jawa TImur-an dan setau saya ini sangat kasar.

OK lah, nggak perlu lagi jauh-jauh membahas kata ‘djancuk’ tadi, langsung saja ke rumah makannya..

Tampak dari luar pun Anda pasti akan langsung tau kalau tempat ini ‘tidak biasa’. Jangan bayangkan rumah makan soto yang mewah, dengan tata letak yang rapi. Alih-alih, persepsi mereka tentang rumah makan cukup unik. Langsung lihat saja di bawah ini

20150718_112657

20150718_112725

20150718_112628

20150718_112635

20150718_112644

20150718_112813

*maafkan kualitas HP saya

!!!!

Itu sebagian pemandangan yang akan Anda lihat di rumah makan Soto Djancuk. Rumah makan ini memiliki nuansa yang sederhana nan unik bin eksentrik. Sekilas akan tampak seperti rumah lapuk di pedesaan dengan pintu kayu yang sudah entah berapa lama usianya, dinding bata yang nggak ditutup dengan semen, hiasan-hiasan dinding yang unik dan artistik, serta macam-macam lagi. Bahkan roda pun aka jadi meja makan Anda di sana hahaha. Kursi-kursi kayu dan bambu (kadang disebut lincak) yang akan menjadi tempat duduk Anda di sana. Entah model apa yang digunakan pemilik rumah makan itu, tapi gaya itu memberi kesan yang extraordinary. Tempatnya memang terkesan kotor dan kumuh tapi percayalah, itu cuma tampak luar saja, sebenarnya tempatnya bersih kok. BTW, yang botol kuning itu botol kecap dan bukan kendi arak/tuak/miras/alkohol hahahaha

Kemudian.. bintang utama di sini (maksudnya makanannya) adalah soto, ya seusuai namanya, Soto Djancuk. Sebelum saya ngoceh lebih lanjut, langsung lihat penampakannya saja..

20150718_113332

20150718_113321

Itu dia. Soto Djancuk hahahahahaha, entah kenapa saya suka menyebut menu makanan ini, tapi percayalah saya orang baik yang tak suka mengumpat hahahaha

Harganya nggak mahal, 10ribu rupiah saja untuk satu porsinya dan dijamin untuk yang porsi makannya rata-rata (kaya saya) pasti kenyang. Anda akan disuguhi 1 mangkuk soto di atas piring. Kelihatannya memang mangkuknya kecil, tapi kalau dituang ke piring, pasti sepiring penuh.(benar-benar penuh hampir di ambang batas piring hahaha) Sesuai penyelidikan saya, ada 2 tujuannya kenapa Anda dikasih piring juga. Satu, biar kalau tumpah-tumpah, nggak mengotori meja, dan dua, Anda bisa menuang semangkuk soto itu ke piring agar panasnya cepat hilang (seperti pelajaran jaman SD, semakin luas permukaan….. ah sudahalah, lupakan). Berlanjut ke komposisi sotonya, soto ini soto sapi dan saya bisa bilang seporsi sotonya disuguhkan dengan potongan daging sapi yang tidak sedikit. SIsanya hampir sama seperti komposisi soto pada umumnya, nasi, thokolan atau kecambah, irisan tomat dan irisan telur rebus. Nah yang spesial dan saya suka dari soto ini adalah rasa kuahnya. Kuahnya gelap sekali warnanya, tapi nggak kental. Pekat karena rempah saja, Karena sebagian besar soto yang pernah saya makan kuahnya relatif bening dan kadang kurang kaya akan rasa, tapi soto ini benar-benar menyuguhkan rasa lain. Campuran antara gurih dan sedikit asin serta asam (mungkin cuka) akan memberi sensasi tersendiri di dalam mulut.

Dan lagi, jangan khawatir kalau Anda makan di Soto Djancuk ini karena ada beberapa pilihan lauk sampingan yang bisa disantap bersama menu utamanya. Beberapa lauk sampingan antara lain ada gorengan (tempe, bakwan, tahu), sate (telur puyuh, hati, keong). Nah kesukaan saya yang keong tuh, rasanya manis dan tekturnya kenyal tapi agak pedas dan saya nggak suka pedas sama sekali, tapi untuk sate keong ini, santap langsung! Hahahaha.

Meski tempatnya tampak sangat sederhana tapi kualitas kulinernya juga nggak kalah kok, kalau penasaran bisa dicoba langsung saja ke TKP. 😀

Stay tuned for the next adventure(S).. Cheers!

Random Fun Tips (RFT) : Nyalakan lampu motor/mobil saat malam hari.