My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


Leave a comment

From Sidewalk to Hawker Center : “Warung Santai” Seafood

My love for seafood will never die, I think. Being on the top of my preferred protein along with pork, I can’t refuse when it comes to great seafood to taste. However, seafood in Yogyakarta (or probably in some cities in Java as well) is quite pricey (to get good quality seafood), therefore, I can’t eat that often. Besides, people say that it’s not really healthy, packed with cholesterol and such, but meh… it’s tasty :D.

Back in 2014, there is this tent-based seafood hawker in Yogyakarta by the name of “Warung Santai” Seafood. The food there weren’t that expensive, still in the budgets of college students and youngsters. It was located right in front of Circle K near McDonalds Jl. Sudirman Yogyakarta. Back in that day, with that relatively low price, the food was great, in a great ratio between the protein and rice. Being that way, the hawker was always packed during dinner time, mostly by teenagers. I ate there once and I had to wait in line for about 10 – 15 minutes to get some seats and wasn’t almost no space between each people.

Now, in 2017, few days ago, I tried to reach that same seafood hawker. People said the location changed but turned out it’s only behind the Circle K since there’s a new hawker center there now. The fact that Warung Santai is now moved to Araya food court/hawker center, must have some impacts to the seafood hawker. And it’s exactly what happened. Upon the time I reached Warung Santai and saw the menu, the price was escalated up to 60%. No doubt, it’s been 3 years apart, anyway. But that fact was quite disappointing. More over, they sold beverage no more, therefore, you either bought some on the other hawkers or bring your own. That’s… quite a drawback.

kerang-rebus

Boiled Clams

udang-goreng

Fried Shrimps

kerang-goreng

Fried Clams

OK, that’s one thing, another thing was, they kept the same taste compared to what I had in 2014. That’s a good thing. The taste was simple and slightly salty for everything. I ordered boiled clams, and my other 2 friends had fried clams and fried shrimps. My boiled clams tasted good, since it’s not overly process, you still have the freshness of them. The spices was only salt, I think, since I didn’t taste anything else but salt, even to the slightest state. They’re not that juicy, but more into dry state instead.
The fried clams tasted almost the same compared to boiled clams. The fried ones were less salty and gave very subtle texture of crispiness. I thought the clams were stir fried and not deep fried. I didn’t have a single clue what kind of clams they’re using for the dish, but it’s very common to have that one if you visit seafood stall in Indonesia.
The fried shrimps, were crispy and crunchy since it’s (I think) deep fried but with no batter. Slight saltiness could be tasted, probably the shrimps are marinated with salted water or quite some time. However, the shrimps skin weren’t peeled for the dish (and it’s pretty common here), so if you can’t or don’t want to eat that hard skin, make sure to peel them off. Also the head were still attached, so make sure to fit your preferred style. For me, I could and would munch them all off, hahaha.
You’ll be provided with some kind of dipping sauce. The first time I paid the hawker a visit, they gave me peanut-X thing dipping sauce and that was AWESOME! BUT, last time I visited the hawker, they gave me quite strange mixture. They used the peanut sauce, but with tomato and pineapple (my friends and I guessed). That tasted strange, though. More like random :D. But, they have 1 more dipping sauce and that was incredible. Mainly it was from garlic, terasi, and a little bit of palm sugar since it tasted slightly sweet. Too bad I didn’t capture the dipping sauce. 😦
Overall, I’m satisfied with the taste but some drawbacks make me doubt whether I’ll come back frequently or not. Probably every once in a while, I’ll pay a visit, especially for the crab. Gonna taste the craaaaaaab~.

Reviewing seafood dish is quite my thing since I love what I eat, but if I did it often, my wallet will be empty in no time :D. Even it’s still pretty pricey, this Warung Santai is still considered more low-cost compared to some other seafood specialist restaurant. Anyway, give like if you enjoy reading my stories, pour some comments if  you have any ideas, opinions, or recommendations, and stay tuned for my next stories.

 

CHEERS AND HAVE A GREAT DAY!!



I also do some artworks (in self-practice as well, actually), if you’d like to visit, you are very welcomed to my Artstation and Patreon profile.

Patreon

Artstation

and also selling some original merchandise at Redbubble
*Sorry, get to promote everything, but, yeah, my effort on living my dream may be starting from the very bottom*

Thank you. :D*

Advertisements


Leave a comment

Low Price + High Quality Equals.. : Hangiri Sushi

Rumah makan ini nampaknya baru, mungkin baru grand opening taun 2015 agak awal-awal, namanya Hangiri Sushi. Dari namanya juga sudah ketahuan pasti nyediain masakan Filipina Jepang hahaha. Saya, pribadi suka ke sana karena beberapa hal, tapi itu nanti kita bahas belakangan aja ya, yang penting bagaimana dalamnya 😀

Untuk ke Hangiri Sushi ini, Anda nggak perlu repot-repot masuk gang, ndlesep sana-sini karena letaknya pun sangat strategis, di tepi jalan besar, tepatnya Jalan Prof. Yohanes, Jogja. Lebih detilnya, kalau Anda datang dari selatan (dari Galeria Mall), lurus saja ke utara (tapi memang jalan itu sekarang satu arah sih, jadi satu-satunya jalan ya harus lewat selatan) kira-kira 300an meter dan rumah makannya ada di kiri jalan dan ditandai dengan plang neon yang nyala terang bertuliskan nama rumah makannya.

Tempat makannya memang nggak besar, hanya ada 6 set meja saja (@ untuk 4 orang) tapi jangan anggap remeh. Para pegawai di sini selalu menjaga kebersihan rumah makan Hangiri ini. Tempatnya juga rapi dengan gaya interior kayu-kayu lengkap dengan mini sushi bar.

Di sini, mereka menawarkan banyak sekali varian menu, terutama menu sushinya. Mulai dari yang nigiri sushi atau makizushi, banyak sekali variannya. Nah, karena saya sering kemari, saya jadi punya banyak stok dokumentasi dari kuliner-kuliner yang ditawarkan di Hangiri ini. Well, sebenarnya saya seringnya makan rame-rame jadi yang difoto banyak yang bukan pesanan saya nguahahahahaha, tapi saya boleh mencicip, ya paling nggak tau dikit-dikit lah rasanya.

Kita mulai..

Dengan penampakan yang satu ini dulu buat permulaan

Salmon

Yang ini namanya salmon sashimi. Khusus menu ini memang harganya lumayan menguras (dari sisi mahasiswa rata-rata). Ukurannya pun cukup kecil tapi Anda akan disuguhi beberapa irissan daging salmon yang cukup fresh. Kenapa cukup? Karena daging salmon ini disuguhkan dingin untuk para pengunjung. Barangkali agar nggak cepat bau, tapi sepertinya akan lebih mantap kalau disediakan dalam suhu normal. Anyway, dagingnya lembut, 4G (gurih-gurih-gimana-gitu), nggak kalah sama kalau beli salmon segar di rumah makan yang lebih besar dan lebih mahal. Bersama dengan proteinnya, ada juga salad kobis dan wortel cincang dengan siraman mayo sebagai teman santapannya.

Kemudian beralih ke nigiri sushi..

Kani Tempura

Salmon Sushi

Yang atas itu kani tempura sushi. Kani itu kepiting, FYI, mungkin yang belum tau dan mereka pake crabstick yang dibalur tepung tipis lalu digoreng untuk memunculkan nuansa ‘tempura’nya. Kemudian antara nasi dan kepitingnya disatukan dengan ikatan nori atau rumput laut. Meski tampilannya sederhana, namun rasanya jauh dari sederhana. Rasa kepitingnya yang gurih-gurih-manis digabung dengan nasi yang agak gurih (bukan nasi biasa putih biasa, tapi sudah diberi olesan bumbu [mungkin cuka]) dicampur dengan olesan mayonnaise pedas akan menghasilkan cita rasa tersendiri di dalam mulut.

Kemudian yang bawah adalah salmon sushi. Salmonnya hampir sama dengan yang akan didapat ketika memsan salmon sashimi hanya saja nggak sedingin es. Nah yang ini nih, meski hanya mencicip sedikit, Gurihnya salmon terasa cocok sekali dipadukan dengan nasi yang sedikit asam karena berlumur cuka tadi. Meski begitu, harganya bersahabat banget sama dompet mahasiswa (mungkin yang punya juga kan pernah merasakan jadi mahasiswa jadi tau lah selera makan mahasiswa hahahaha)

Sebenernya ada satu lagi yang pernah teman saya pesan, unagi sushi. Unagi itu belut, FYI :D. dan rasanya lumayan heavenly hahahaha. Secara umum, nigiri sushi di Hangiri Sushi ini nasinya beda dengan yang sushi roll. Yang sushi roll nasinya nasi putih biasa, tanpa bumbu, tanpa polesan, tapi yang nigiri sushi nasinya dipoles dengan cuka tadi, tapi jangan khawatir, rasa asamnya tipis aja kok, ga akan sekecut jeruk nipis hahahaha. Masih banyak menu lainnya juga sebenarnya seperti tobiko sushi, tamago sushi, dll

Beralih ke jenis kedua, makizushi, berikut penampakannya

Ebi Furai

Sauzie

Sebenarnya ada banyak sekali tapi isi dompet saya nggak segitunya juga sih buat icip-icip semua, jadi saya akan bahas sebagaian saja, tapi saya pikir lumayan bisa untuk meng-generalisasi sebagaian besar. Mulai dari atas, adalah ebi furai sushi. Luarnya dibalut dengan bread crumbs atau remah roti atau tepung roti kalau orang bilang juga, jadi teksturnya renyah di luar dan empuk di dalam. Isinya tentu saja ebi (udang) yang sudah dijadikan tem dan sayuran, tapi ada isi tambahan lain lagi, yaitu keju. Yap, bukan keju lembaran yang dimasukkan hahaha, tapi keju batang yang sudah dicincang dadu, dan tentu saja bisa nge-boost citarasanya ke arah yang tidak biasa :9

Lanjut ke gambar berikutnya adalah yang mereka sebut dengan sauzie roll. Isi utamanya sosis potong dan jenis ini beda sama yang atasnya karena tekstur renyahnya nggak dari tepung roti tapi dari tepung biasa. Kok bisa? Jadi, uniknya hidangan mereka untuk makizushi (beberapa) adalah dengan menggorengnya dengan dibalut tipis dulu dengan adonan tepung, jadi ketika matang akan memberi ‘kulit’ luar tambahan berupa renyahnya tepung tadi. Begitu..Kemudian untuk finishing-nya diberi siraman mayonaisse original dan pedas jadi di dalam mulut akan muncul rasa yang kaya. Untuk sauzie roll di Hangiri Sushi ini saya pribadi lumayan suka karena harganya yang miring, semiring topi hahahaha.

Kemudian menu-menu lain seperti bento dan a la carte juga bisa dipesan di sini, seperti..

Karaage

Salmon Teriyaki Bento

Hahahahahaha, yang atas itu sebenarnya hanya pesan chicken karaage dan nasi putih saja, tapi entah kenapa nasinya bisa dibentuk seunyu itu. Yang a la carte kebetulan saya nggak icip-icip jadi nggak tau gimana rasanya, sekedar info saja kalau ada juga menu pisahan di sini. Ada juga menu a la carte lain seperti salmon teriyaki dan salmon katsu (kayanya enaaaaakk… 😦 tapi saat itu pas ‘tipis’, maklum.. hahahaha) Next time!

Kemudian di gambar bawahnya itu menu salmon teriyaki bento, langganan teman saya kalau makan di situ. Enak nih, gurihnya salmon yang dipadu dengan manisnya saus teriyaki. Kaya permen N***-N***, rasanya rame, macem-macem hahaha. Dalam satu box bento Anda akan dapat juga nasi (ya iya lah, bento…) lauk, salad, dan dua potong makizushi. Nah kalau Anda pesan bento box di sini, sudah termasuk minum juga, es teh. Selain itu juga ada pilihan rasa lauknya, ada teriyaki (saus manis), katsu (goreng tepung renyah), dan yakiniku (saus gurih asin). Tinggal pilih sesuai selera.

Sebenarnya ada juga donburi (rice bowl) dengan pilihan lauk seperti tori katsudon (ayam goreng tepung), katsudon (ayam goreng tepung + telur), dan chicken teriyaki don (ayam saus teriyaki). Lalu ada ramen juga tapi yang pesan teman saya, lagi-lagi saya cuma icip-icip :p. Menurut saya sih ramennya enak apalagi porsinya juga lumayan banyak, cuma kuahnya kurang mantap, kurang kuat rasanya, padahal salah satu poin plus nya ramen ada di kuahnya, tapi sisanya, great lah. Blogger kere ki yo ngene, icip-icip tok isone (blogger miskin kurang uang tu ya gini, cuma icip-icip saja bisanya) hahahaha.

Nggak jarang juga saya ke ke situ, karena selain jaraknya dekat, tempatnya juga bersih, yang jelas harganya cocok sama dompet (saya). Selain itu juga menu di sini disusun dengan plating yang menarik apalagi dengan rasa yang menggugah selera. Ada nilai estetika dalam sajiannya, jadi nggak terkesan asal-asalan meski kedai sushi kaki lima.

Sekali dua kali saya ke situ dulu ada promo free es krim yang dibuat dari KACANG MERAH! Wah itu mantab sekali rasanya. Nggak terlalu manis tapi ngangeni (membuat rindu) kalau orang Jawa bilang. Sayangnya udah nggak buat lagi setelah saya tanya-tanya ke pegawainya. :(. Tapi selama masa promo, antara jam 10 pagi sampai jam 5 sore, es tehnya free :D. (dulunya yang free es krimnya pas jam-jam segitu itu).

Kulineran a la Jepang di Jogja itu unik-unik, tiap kedai/rumah makan/resto punya ciri khas sendiri-sendiri, termasuk di Hangiri Sushi ini. Mohon maaf saja nggak semua menu yang saya review/bahas ada fotonya, itu aja sebagian hasil jepretan temen hahaha. Pokoknya dari gambar-gambar di atas yang keliatannya burem, gelap, itu pasti dari HP saya, sisanya numpang fotoin sama temen hahaha.

But… Stay tuned for the next culinary trip(s). My journey is still way too long.. 😀

Cheers!

Random Fun Tips (RFT) : Dahulukan jalannya kereta api di persimpangan rel.

*courtesy photos of linachan09 & R.D.