My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


Leave a comment

Low Price + High Quality Equals.. : Hangiri Sushi

Rumah makan ini nampaknya baru, mungkin baru grand opening taun 2015 agak awal-awal, namanya Hangiri Sushi. Dari namanya juga sudah ketahuan pasti nyediain masakan Filipina Jepang hahaha. Saya, pribadi suka ke sana karena beberapa hal, tapi itu nanti kita bahas belakangan aja ya, yang penting bagaimana dalamnya 😀

Untuk ke Hangiri Sushi ini, Anda nggak perlu repot-repot masuk gang, ndlesep sana-sini karena letaknya pun sangat strategis, di tepi jalan besar, tepatnya Jalan Prof. Yohanes, Jogja. Lebih detilnya, kalau Anda datang dari selatan (dari Galeria Mall), lurus saja ke utara (tapi memang jalan itu sekarang satu arah sih, jadi satu-satunya jalan ya harus lewat selatan) kira-kira 300an meter dan rumah makannya ada di kiri jalan dan ditandai dengan plang neon yang nyala terang bertuliskan nama rumah makannya.

Tempat makannya memang nggak besar, hanya ada 6 set meja saja (@ untuk 4 orang) tapi jangan anggap remeh. Para pegawai di sini selalu menjaga kebersihan rumah makan Hangiri ini. Tempatnya juga rapi dengan gaya interior kayu-kayu lengkap dengan mini sushi bar.

Di sini, mereka menawarkan banyak sekali varian menu, terutama menu sushinya. Mulai dari yang nigiri sushi atau makizushi, banyak sekali variannya. Nah, karena saya sering kemari, saya jadi punya banyak stok dokumentasi dari kuliner-kuliner yang ditawarkan di Hangiri ini. Well, sebenarnya saya seringnya makan rame-rame jadi yang difoto banyak yang bukan pesanan saya nguahahahahaha, tapi saya boleh mencicip, ya paling nggak tau dikit-dikit lah rasanya.

Kita mulai..

Dengan penampakan yang satu ini dulu buat permulaan

Salmon

Yang ini namanya salmon sashimi. Khusus menu ini memang harganya lumayan menguras (dari sisi mahasiswa rata-rata). Ukurannya pun cukup kecil tapi Anda akan disuguhi beberapa irissan daging salmon yang cukup fresh. Kenapa cukup? Karena daging salmon ini disuguhkan dingin untuk para pengunjung. Barangkali agar nggak cepat bau, tapi sepertinya akan lebih mantap kalau disediakan dalam suhu normal. Anyway, dagingnya lembut, 4G (gurih-gurih-gimana-gitu), nggak kalah sama kalau beli salmon segar di rumah makan yang lebih besar dan lebih mahal. Bersama dengan proteinnya, ada juga salad kobis dan wortel cincang dengan siraman mayo sebagai teman santapannya.

Kemudian beralih ke nigiri sushi..

Kani Tempura

Salmon Sushi

Yang atas itu kani tempura sushi. Kani itu kepiting, FYI, mungkin yang belum tau dan mereka pake crabstick yang dibalur tepung tipis lalu digoreng untuk memunculkan nuansa ‘tempura’nya. Kemudian antara nasi dan kepitingnya disatukan dengan ikatan nori atau rumput laut. Meski tampilannya sederhana, namun rasanya jauh dari sederhana. Rasa kepitingnya yang gurih-gurih-manis digabung dengan nasi yang agak gurih (bukan nasi biasa putih biasa, tapi sudah diberi olesan bumbu [mungkin cuka]) dicampur dengan olesan mayonnaise pedas akan menghasilkan cita rasa tersendiri di dalam mulut.

Kemudian yang bawah adalah salmon sushi. Salmonnya hampir sama dengan yang akan didapat ketika memsan salmon sashimi hanya saja nggak sedingin es. Nah yang ini nih, meski hanya mencicip sedikit, Gurihnya salmon terasa cocok sekali dipadukan dengan nasi yang sedikit asam karena berlumur cuka tadi. Meski begitu, harganya bersahabat banget sama dompet mahasiswa (mungkin yang punya juga kan pernah merasakan jadi mahasiswa jadi tau lah selera makan mahasiswa hahahaha)

Sebenernya ada satu lagi yang pernah teman saya pesan, unagi sushi. Unagi itu belut, FYI :D. dan rasanya lumayan heavenly hahahaha. Secara umum, nigiri sushi di Hangiri Sushi ini nasinya beda dengan yang sushi roll. Yang sushi roll nasinya nasi putih biasa, tanpa bumbu, tanpa polesan, tapi yang nigiri sushi nasinya dipoles dengan cuka tadi, tapi jangan khawatir, rasa asamnya tipis aja kok, ga akan sekecut jeruk nipis hahahaha. Masih banyak menu lainnya juga sebenarnya seperti tobiko sushi, tamago sushi, dll

Beralih ke jenis kedua, makizushi, berikut penampakannya

Ebi Furai

Sauzie

Sebenarnya ada banyak sekali tapi isi dompet saya nggak segitunya juga sih buat icip-icip semua, jadi saya akan bahas sebagaian saja, tapi saya pikir lumayan bisa untuk meng-generalisasi sebagaian besar. Mulai dari atas, adalah ebi furai sushi. Luarnya dibalut dengan bread crumbs atau remah roti atau tepung roti kalau orang bilang juga, jadi teksturnya renyah di luar dan empuk di dalam. Isinya tentu saja ebi (udang) yang sudah dijadikan tem dan sayuran, tapi ada isi tambahan lain lagi, yaitu keju. Yap, bukan keju lembaran yang dimasukkan hahaha, tapi keju batang yang sudah dicincang dadu, dan tentu saja bisa nge-boost citarasanya ke arah yang tidak biasa :9

Lanjut ke gambar berikutnya adalah yang mereka sebut dengan sauzie roll. Isi utamanya sosis potong dan jenis ini beda sama yang atasnya karena tekstur renyahnya nggak dari tepung roti tapi dari tepung biasa. Kok bisa? Jadi, uniknya hidangan mereka untuk makizushi (beberapa) adalah dengan menggorengnya dengan dibalut tipis dulu dengan adonan tepung, jadi ketika matang akan memberi ‘kulit’ luar tambahan berupa renyahnya tepung tadi. Begitu..Kemudian untuk finishing-nya diberi siraman mayonaisse original dan pedas jadi di dalam mulut akan muncul rasa yang kaya. Untuk sauzie roll di Hangiri Sushi ini saya pribadi lumayan suka karena harganya yang miring, semiring topi hahahaha.

Kemudian menu-menu lain seperti bento dan a la carte juga bisa dipesan di sini, seperti..

Karaage

Salmon Teriyaki Bento

Hahahahahaha, yang atas itu sebenarnya hanya pesan chicken karaage dan nasi putih saja, tapi entah kenapa nasinya bisa dibentuk seunyu itu. Yang a la carte kebetulan saya nggak icip-icip jadi nggak tau gimana rasanya, sekedar info saja kalau ada juga menu pisahan di sini. Ada juga menu a la carte lain seperti salmon teriyaki dan salmon katsu (kayanya enaaaaakk… 😦 tapi saat itu pas ‘tipis’, maklum.. hahahaha) Next time!

Kemudian di gambar bawahnya itu menu salmon teriyaki bento, langganan teman saya kalau makan di situ. Enak nih, gurihnya salmon yang dipadu dengan manisnya saus teriyaki. Kaya permen N***-N***, rasanya rame, macem-macem hahaha. Dalam satu box bento Anda akan dapat juga nasi (ya iya lah, bento…) lauk, salad, dan dua potong makizushi. Nah kalau Anda pesan bento box di sini, sudah termasuk minum juga, es teh. Selain itu juga ada pilihan rasa lauknya, ada teriyaki (saus manis), katsu (goreng tepung renyah), dan yakiniku (saus gurih asin). Tinggal pilih sesuai selera.

Sebenarnya ada juga donburi (rice bowl) dengan pilihan lauk seperti tori katsudon (ayam goreng tepung), katsudon (ayam goreng tepung + telur), dan chicken teriyaki don (ayam saus teriyaki). Lalu ada ramen juga tapi yang pesan teman saya, lagi-lagi saya cuma icip-icip :p. Menurut saya sih ramennya enak apalagi porsinya juga lumayan banyak, cuma kuahnya kurang mantap, kurang kuat rasanya, padahal salah satu poin plus nya ramen ada di kuahnya, tapi sisanya, great lah. Blogger kere ki yo ngene, icip-icip tok isone (blogger miskin kurang uang tu ya gini, cuma icip-icip saja bisanya) hahahaha.

Nggak jarang juga saya ke ke situ, karena selain jaraknya dekat, tempatnya juga bersih, yang jelas harganya cocok sama dompet (saya). Selain itu juga menu di sini disusun dengan plating yang menarik apalagi dengan rasa yang menggugah selera. Ada nilai estetika dalam sajiannya, jadi nggak terkesan asal-asalan meski kedai sushi kaki lima.

Sekali dua kali saya ke situ dulu ada promo free es krim yang dibuat dari KACANG MERAH! Wah itu mantab sekali rasanya. Nggak terlalu manis tapi ngangeni (membuat rindu) kalau orang Jawa bilang. Sayangnya udah nggak buat lagi setelah saya tanya-tanya ke pegawainya. :(. Tapi selama masa promo, antara jam 10 pagi sampai jam 5 sore, es tehnya free :D. (dulunya yang free es krimnya pas jam-jam segitu itu).

Kulineran a la Jepang di Jogja itu unik-unik, tiap kedai/rumah makan/resto punya ciri khas sendiri-sendiri, termasuk di Hangiri Sushi ini. Mohon maaf saja nggak semua menu yang saya review/bahas ada fotonya, itu aja sebagian hasil jepretan temen hahaha. Pokoknya dari gambar-gambar di atas yang keliatannya burem, gelap, itu pasti dari HP saya, sisanya numpang fotoin sama temen hahaha.

But… Stay tuned for the next culinary trip(s). My journey is still way too long.. 😀

Cheers!

Random Fun Tips (RFT) : Dahulukan jalannya kereta api di persimpangan rel.

*courtesy photos of linachan09 & R.D.

Advertisements


Leave a comment

It’s Rude, It’s Offensive, yet Delicious : Soto DJANCUK

Saya nggak akan tau ada tempat macam ini kalau nggak diajak bapak saya.. hahaha

Jadi, di suatu sudut Kota Jogja, ada sebuah tempat makan unik nan eksentrik yang menyuguhkan satu menu makanan asli Indonesia sebagai spesialisasinya. Tempatnya mudah sekali untuk ditemukan (karena nggak hilang hahahahaha [bad joke is bad]) karena nggak sampai masuk-masuk gang yang mblusuk. Anda bisa datang dari arah PGRI atau PUKJ. Bila Anda datang dari Arah PUKJ (Jl. Martadinata belok ke arah selatan di lampu merah pertigaan), lurus saja terus ke selatan dan Anda akan ketemu pertigaan dengan lampu merah. Kalau ke kiri Anda akan ke arah PGRI, tapi untuk ke rumah makan ini Anda belok ke kanan. Maju sekitar 500an meter dan Anda akan langsung menemukan tempat ini di sisi kiri jalan. Biasanya akan ada mini bus seperti ini (gambar di bawah) yang diparkir di depan rumah makannya.

20150718_115436

20150718_115313

Jadi, kata bapak saya, itu adalah food truck (sesuai tulisannya) yang dipakai untuk berkeliling memasarkan dagangannya. Pembeli bisa makan di dalam karena dalamnya sudah didesain sedemikian rupa sehingga mirip mini bar lengkap dengan meja, kursi, peralatan dapur, penerangan dan lain-lain. Dengan kata lain bus ini adalah rumah makan yang mobile.

Saking eksentriknya, rumah makan ini diberi nama Soto Djancuk oleh pemiliknya. Kenapa? Saya juga nggak tau menau karena belum pernah bertemu pemiliknya langsung dan kabarnya hampir nggak pernah ada di sana. Barangkali ia dari Jawa Timur :D. Nah, kata ‘djancuk’ ini sebenarnya umpatan yang biasa dipakai oleh orang Jawa TImur-an dan setau saya ini sangat kasar.

OK lah, nggak perlu lagi jauh-jauh membahas kata ‘djancuk’ tadi, langsung saja ke rumah makannya..

Tampak dari luar pun Anda pasti akan langsung tau kalau tempat ini ‘tidak biasa’. Jangan bayangkan rumah makan soto yang mewah, dengan tata letak yang rapi. Alih-alih, persepsi mereka tentang rumah makan cukup unik. Langsung lihat saja di bawah ini

20150718_112657

20150718_112725

20150718_112628

20150718_112635

20150718_112644

20150718_112813

*maafkan kualitas HP saya

!!!!

Itu sebagian pemandangan yang akan Anda lihat di rumah makan Soto Djancuk. Rumah makan ini memiliki nuansa yang sederhana nan unik bin eksentrik. Sekilas akan tampak seperti rumah lapuk di pedesaan dengan pintu kayu yang sudah entah berapa lama usianya, dinding bata yang nggak ditutup dengan semen, hiasan-hiasan dinding yang unik dan artistik, serta macam-macam lagi. Bahkan roda pun aka jadi meja makan Anda di sana hahaha. Kursi-kursi kayu dan bambu (kadang disebut lincak) yang akan menjadi tempat duduk Anda di sana. Entah model apa yang digunakan pemilik rumah makan itu, tapi gaya itu memberi kesan yang extraordinary. Tempatnya memang terkesan kotor dan kumuh tapi percayalah, itu cuma tampak luar saja, sebenarnya tempatnya bersih kok. BTW, yang botol kuning itu botol kecap dan bukan kendi arak/tuak/miras/alkohol hahahaha

Kemudian.. bintang utama di sini (maksudnya makanannya) adalah soto, ya seusuai namanya, Soto Djancuk. Sebelum saya ngoceh lebih lanjut, langsung lihat penampakannya saja..

20150718_113332

20150718_113321

Itu dia. Soto Djancuk hahahahahaha, entah kenapa saya suka menyebut menu makanan ini, tapi percayalah saya orang baik yang tak suka mengumpat hahahaha

Harganya nggak mahal, 10ribu rupiah saja untuk satu porsinya dan dijamin untuk yang porsi makannya rata-rata (kaya saya) pasti kenyang. Anda akan disuguhi 1 mangkuk soto di atas piring. Kelihatannya memang mangkuknya kecil, tapi kalau dituang ke piring, pasti sepiring penuh.(benar-benar penuh hampir di ambang batas piring hahaha) Sesuai penyelidikan saya, ada 2 tujuannya kenapa Anda dikasih piring juga. Satu, biar kalau tumpah-tumpah, nggak mengotori meja, dan dua, Anda bisa menuang semangkuk soto itu ke piring agar panasnya cepat hilang (seperti pelajaran jaman SD, semakin luas permukaan….. ah sudahalah, lupakan). Berlanjut ke komposisi sotonya, soto ini soto sapi dan saya bisa bilang seporsi sotonya disuguhkan dengan potongan daging sapi yang tidak sedikit. SIsanya hampir sama seperti komposisi soto pada umumnya, nasi, thokolan atau kecambah, irisan tomat dan irisan telur rebus. Nah yang spesial dan saya suka dari soto ini adalah rasa kuahnya. Kuahnya gelap sekali warnanya, tapi nggak kental. Pekat karena rempah saja, Karena sebagian besar soto yang pernah saya makan kuahnya relatif bening dan kadang kurang kaya akan rasa, tapi soto ini benar-benar menyuguhkan rasa lain. Campuran antara gurih dan sedikit asin serta asam (mungkin cuka) akan memberi sensasi tersendiri di dalam mulut.

Dan lagi, jangan khawatir kalau Anda makan di Soto Djancuk ini karena ada beberapa pilihan lauk sampingan yang bisa disantap bersama menu utamanya. Beberapa lauk sampingan antara lain ada gorengan (tempe, bakwan, tahu), sate (telur puyuh, hati, keong). Nah kesukaan saya yang keong tuh, rasanya manis dan tekturnya kenyal tapi agak pedas dan saya nggak suka pedas sama sekali, tapi untuk sate keong ini, santap langsung! Hahahaha.

Meski tempatnya tampak sangat sederhana tapi kualitas kulinernya juga nggak kalah kok, kalau penasaran bisa dicoba langsung saja ke TKP. 😀

Stay tuned for the next adventure(S).. Cheers!

Random Fun Tips (RFT) : Nyalakan lampu motor/mobil saat malam hari.