My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


Leave a comment

The Winner-Wiener : FrankWurst

Tempat yang saya bahas kali ini lumayan eksklusif. Berawal dari cerita teman yang pernah makan di sini, saya jadi tertarik mencoba karena katanya recommended sekali hidangannya.

OK lah, saya coba datangi. (malam minggu, jadi ramenya lebih dari biasanya, karena mereka yang berpasang-pasangan banyak yang keluar juga huahahaha)

Kembali ke topik tempat makan dan hidangan ini. Terletak di Jalan Sabirin Kotabaru, selatan Gramedia pusat, tempat ini mengambil tema Western Food, dan yang dimaksud Western Food adalah daerah Eropa-an, ala Jerman dan sekitarnya, jadi menunya juga menu ala barat, namanya FrankWurst (dengan ‘wurst’ dalam bahasa Jerman artinya sosis).

Pikiran saya, dengan membaca kata Wurst nya sendiri, maka menu andalannya pasti tentag sosis nih, dengan segala variannya. Sampai di tempat, saya lihat-lihat menunya.. saya pertimbangkan jg budget saya 😀 :D, akhirnya saya pilih Beef Cheese. Beef Cheese ini adalah salah satu dari beberapa menu dengan bintang utama sosis. Tiap menu sosis ini hadir dengan 2 ukuran, yang single maupun large, dan untuk Beef Cheese saya pilih yg single.  Berikut penampakan hidangan saya :

Beef Cheese 2

*lagi2 maaf dengan kualitas gambarnya, HP saya ala kadarnya hahahaha

Yang menarik di FrankWurst ini adalah kita bisa memilih jenis salad, side dish (kentang), serta sausnya (kalau memilih paket sosis). Saat itu saya pilih coleslaw (pilihan lainnya saya kurang ingat, tapi ada lebih dari 4 pilihan sepertinya) untuk saladnya, Coleslaw adalah salah satu jenis salad yang biasanya terdiri dari cacahan kobis putih, kobis merah, wortel, dan timun, serta diberi saus (dressing) yang dominan rasanya gurih keasaman. Kemudian pilihan sausnya bisa memilih antara Cream Cheese, Honey Lime, BBQ (yang saya pilih), dan beberapa lagi. Untuk side dish-nya (kentang) ada pilihan French Fries, mashed potato (yang saya pilih), pommes frites, dan beberapa pilihan yang lain.

Nah, itu di atas paket Beef Cheese saya. Di foto ukuran sosisnya mungkin tidak terlihat seperti saat lihat langsung, tapi nyatanya panjangnya bisa kurang lebih 20an cm dengan ketebalan yang jauh di atas sosis-sosis rata-rata yang sering kita temui. Saya sendiri agak kaget ketika pertama dihidangkan hahaha. Karena saya pesan Beef Cheese, maka sosis pesanan saya agak berbeda dari yang lain. Di tengah-tengah (pusat) sosis, dimasukkan keju yang melintang dari ujung ke ujung jadi setiap gigitan akan terasa sensasi gurih-asinnya keju yang langsung meleleh di mulut karena bukan keju keras. Sensasinya luar biasa! 😀 Kombinasi antara gurihnya daging sosis dengan keju yang lumer di mulut… :9, mantap lah itu. Kemudian ke side dish-nya, mashed potato. Mashed potato memang hanya kentang tumbuk hingga teksturnya lembut seperti bubur tapi lebih padat, tapi di dalam kentang tumbuk di FrankWurst ini terdapat rasa yang unik. Tidak semata-mata kentang tumbuk, tapi di dalamnya dibumbui dengan rasa asin, sedikit merica, serta ada rasa-rasa creamy, mungkin diberi sedikit susu atau keju atau apa. Kombinasi ketiganya menciptakan paduan rasa yang cocok sekali. Ditambah lagi di atasnya diberi sedikit keju parut. Wah itu jos lah pokoknya! Kemudian sausnya, karena saya pilih saus BBQ, maka rasa dasarnya asam tomat tapi diberi sedikit sentuhan pedas (cukup pedas menurut saya, tapi untuk rata-rata mungkin hanya sedikit pedas). ‘Simply kicking in!’ 😀

Di sisi seberang, teman saya memesan sepiring side dish saja yaitu Potato Salad. Bintang utamanya pada hidangan ini adalah kentang saja (bukan campuran kentang dengan sayuran lain, sebagian besarnya kentang) yang dipotong dadu kecil. Berikut penampakannya :

Potato Salad 2 Potato Salad

Dari jauh mirip maccaroni schotel, tapi itu kentang hahaha. Ditambah dengan irisan daging sapi lembaran di atasnya serta lembaran selada segar sebagai pembatas antara piring dengan Potato Salad-nya. Side dish ini memang lebih creamy dibanding dengan mashed potato saya. Dilihat kasat mata saja terlihat ada krim yang menyelimuti kentangnya. Rasanya benar-benar penuh krim, mungkin dibuat dengan dressing telur atau keju atau susu, tapi apapun itu, rasanya benar-benar creamy! Nagih buat saya wahahahaha.

Hidangan ini harganya bervariatif, ada yang 20 ribuan hingga 60 ribuan pun ada. Beef Cheese saya 45 ribu untuk porsi single dan Potato Salad teman saya kalau nggak salah ingat 22 ribu atau 25 ribu. Untuk mahasiswa sekelas saya memang di atas budget saya biasanya saya gunakan untuk masalah kudapan, tapi percayalah It’s WORTH it!! (sekali-sekali memanjakan diri nggak apa lah, dan ini nagih beneran hwahahaha). Menu lain pun ada, seperti sup, nasi, daging pun tidak hanya sapi, ada salmon juga. Tapi saya kurang memperhatikan menu lain karena sudah terpatok kata WURST nya duluan, jadi search engine  saya hanya melihat bagian sosis hahaha.

Makan memang enak, dan perjalanan membongkar serba serbi makanan tidak akan berakhir di sini, tunggu kelanjutannya!

Cheers! 🙂


Leave a comment

When Off Limit is Just a ‘Sign’ : Limit Break

Have you ever heard the phrase ‘Limit Break‘?

Gamers (esp. Final Fantasy series lover) must have heard that phrase before hahaha.

But you know what? There’s something behind the phrase Limit Break. Something deep even some people may realize that already.

That’s Squall Leonhart (Final Fantasy 8’s main protagonist), preparing his Limit Break and might end with him executing his mightiest skill. FYI, the number indicates the characters’ Hit Point, or simply their life point. (reach 0 -> death, and will decrease with their enemies’ attack in) Now, what does that yellowish indicator at Squall’s HP (Hit Point) mean? That means, he’s in a critical condition, near death (about 20 – 25% of his maximum HP).

Now, you might get the point that I’m about to share. Yep, Limit Break means breaking our limit, ‘breaking’ our capability further, and pushing our boundaries further. But to bring your life to the edge of the limit, it’s not an easy way. It might be filled with tears, sweat, and blood. It can be triggered by some events (problems) of your environment, some events that make you wanna give up, you wanna throw anything away just to be free. At that point, we may reach our limit, the moment that we realize, we cannot do more to beat those problems. Sometime, you wanna give up don’t you? 😀

But, no! That’s not breaking our limit, that’s just running away from the problems.

You know what? Breaking our limit will brings us to the phase that we don’t even realize it exists all that time, just because we stand and stay inside our own boundaries. For example, that Limit Break option won’t appear when Squall’s HP is above 25% (white colored). The player play it safe, thus they don’t have chance to make the Limit Break appear. That goes with our life as well, we play it safe, we cannot push our boundaries further.

Now let’s see, what’s Squall’s mightiest skill is

It’s called Lion Heart. Squall will slice-n-dice-ing his enemy with super massive damage.

See? In the time of despair, we can give it all out of our might, leading with some super cool results that we can’t/don’t even imagine that thing will go that way! 😀 Pushing our limit further won’t hurt you, the process & progress do. But remember, even you want to push further, remember and calculate any incapabilities in you. If you are incapable of something, better to take detour and push another limit further (my opinion & suggestion hehe :D).

‘Off limit’ is just a ‘sign’ in this case, a sign to break it..

Limit Breaking may be feels like hell fire, freezing ice, crawling cyclone, or Thor’s thunderbolt, but if you make it to the next phase or level of yourself, YOU’LL KNOW IT’S WORTH IT..

Cheers! 😀

*P.S. : I’m not a motivator or is motivating, but this thought just pop up some times ago 😀 😀 *


Leave a comment

Capital’s Cuisine by Local Taste : Ketoprak

Jadi ini rencananya udah tahun lalu (awal 2014an) untuk mau ngepos tentang Ketoprak tapi nggak jadi-jadi karena sibuk skripsi dan lain-lain, sampai sekarang baru inget lagi hahaha.

Suatu malam, pulang dari kampus, karena nggak tau mau makan malam apa, alhasil saya muter-muter di sekitar Pringgokusuman – Cokroaminoto, Jogja. Niatnya memang mau ke tahu tek di dekat Malioboro tapi tutup, jadinya ke arah Cokroaminoto. Tanpa bayangan mau beli apa di daerah situ (meski di sepanjang jalan banyak penjaja kuliner), akhirnya saya telusuri mulai dari pertigaan lampu merah utara (dekat pom bensin) dan melaju ke arah Bugisan. D sepanjang jalan ini ada rumah makan steak, ayam geprek, masakan nusantara, dan lain-lain, tapi karena (mungkin) dari awal pikiran saya udah ke  bumbu kacang :D, jadinya yg kuperhatiin ga semuanya.

Dan tiba-tiba… mata saya tertuju pada sebuah tulisan KUPAT TAHU MAGELANG (kalau ga salah ingat, soalnya samar-samar). Ya sudahlah, itu saja, mumpung ada bumbu kacangnya juga, Setelah saya hampiri ternyata menunya bertuliskan Ketoprak, Oh.. ok lah, saya bingung sejenak hahahaha. *pikir saya ketoprak itu asli Jakarta*, tapi nggak apa-apa deh, mungkin diadaptasi dan disesuaikan dengan lidah orang sini.

Menu minuman di sana standar, ada teh, jeruk, air putih, dan minuman-minuman kemasan kecil (saset). Makanan di sana hanya spesial Ketoprak, variasinya adalah komplit atau tidak.

Jadi menu Ketoprak komplit itu adalah seperti ini penampakannya :

IMG_9848

Di dalam menu komplit ini ada : 1 telur rebus utuh, mi soun, 1 bongkah tahu :D, ketupat, dan kerupuk. Nah, yang saya suka dari ketoprak ini ada 2 hal, yang pertama tahunya. Entah bagiamana tahunya bisa lembut dalamnya, yang kemudian digoreng agak kering di luarnya. :9 Selain tahunya yang cukup inti adalah bumbu kacangnya. Bumbu kacang ini beda sekali dengan makanan-makanan berbumbu kacang lainnya yang pernah saya makan (lotek, gado-gado, sate, tahu tek, dll). Bumbu ini nggak manis, tapi terasa sekali kacangnya, jadi benar-benar makan saus kacang, bukan saus kacang manis. Bagi yang kurang suka bumbu kacang yang manis, bisa coba di ketoprak ini :9

Untuk mencicipinya Anda bisa datang ke Jl. HOS Cokroaminoto Jogja, saya lupa nomornya tapi timur jalan. Namanya Ketoprak Kuburan, dan nama ini nggak dipilih tanpa alasan. Kios ketoprak ini ada di seberang sarean (pemakaman) agak serong ke kiri sedikit, kalau dari utara, sebelum pasar Klithikan (pasar loak) sekitar 50m.

Rasakan kacangnya! Cheers! 🙂