My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


7 Comments

Taste of the ‘Unseen’ : Surabi Ndelik

Tadi malam setelah menghabiskan makan malam di suatu warung bakso, karena masih belum terisi sepenuhnya perut ini, maka saya berencana menambah isi lagi, tapi bukan untuk yang kenyang-kenyang (karena saya nggak makna dengan porsi besar). Berawal dari menyusuri (di Jogja) Jalan Kaliurang utara MM UGM ke arah selatan hingga perempatan MMnya, kemudian belok ke barat (arah kompleks UNY & Selokan Mataram), saya mencari sebuah tempat yang eye-catching dari luar. Sambil celingak celinguk kanan kiri untuk lihat rumah makan, akhirnya saya tiba di belakang UNY hampir mentok ke Jalan Gejayan. Tiba-tiba saya lihat plang terang dari seberang selokan bertuliskan ‘Surabi Ndelik‘. Bayangan saya surabi sih nggak begitu mengenyangkan, jadilah saya mampir ke sana.

Surabi atau yang bernama lain Serabi di beberapa tempat, adalah nama makanan ringan yang terbuat dari adonan yang dipanggang ringan hingga memiliki tekstur agak kering di bagian yang bersentuhan langsung dengan panggangan tetapi lembut, lunak, dan ‘semi padat’ untuk bagian atasnya (mirip seperti terang bulan/martabak manis, hanya saja umumnya berwarna putih kalau serabi). Tempat Surabi Ndelik ini mungkin diberi nama ‘ndelik’ (Bahasa Jawa) atau yang dalam Bahasa Indonesia adalah ‘bersembunyi’, karena lokasinya yang agak tak kasat mata (bukan karena surabinya yang bersembunyi sehingga tidak ada di piring ketika dihidangkan :)))

Saat saya datang, saya pelanggan pertama yang ada saat itu. Mengherankan, tempatnya nyaman, terang, bersih, ada power outlet yang disediakan juga untuk pelanggan yang butuh listrik untuk laptop atau HP mereka, tapi kok sepi. Tapi ternyata seiring saya berada di sana, pelanggan mulai berdatangan. Mungkin memang belum jamnya orang-orang pada nongkrong (tapi sudah jam 7an tuh.. hahahaha).

Anyway, menu yang ditawarkan sangat banyak terutama untuk surabinya sendiri. Ada surabi pizza, abon, tuna (bisa dengan keju), nanas-coklat-strawberry-blueberry-coklat-keju (ada kombinasi-kombinasi tertentu), atau yang original, nah yang menarik perhatian adalah fla durian dengan kombinasi ada keju/coklat/ada yang lain lagi tapi saya lupa karena baca menunya nggak lama-lama :D. Menu lain ada Singkong Kaget dan Pisang Kaget. Pilihan singkong ada 4 rasa, original, keju, BBQ, dan balado (saya ingat karena sempat beli singkongnya, tapi pisangnya nggak begitu ingat :|)

Saya (sebenarnya sama teman saya) pesan 3 macam surabi dan 1 macam singkong. Saya pesan Surabi Tuna Keju, dan Surabi Fla Durian, sedangkan teman saya pesan Surabi Nanas-Coklat-Keju. Untuk menu singkongnya kami pesan Singkong BBQ. Berikut penampakannya (nb : maaf, kamera HP ala kadarnya huahahaha) :

20150115_193359

Surabinya sendiri teksturnya luar biasa, tidak keras di bagian bawah, tidak pahit di bagian yang agak gosong, lembut dan empuk di bagian atasnya, dan manisnya pas (skala 1-5, manisnya di 2). Ukuran surabinya pun tergolong menengah dengan ketebalan yang pas

Yang ini Surabi Nanas-Coklat-Keju. Tingkat kemanisan surabinya yang mild, dipadu dengan rasa selai nanas, coklat mesis, parutan keju, serta permen coklat, membuat rasanya seperti permen Nan*-Nan* (manis, asam, asin keju). Meski begitu, kombinasi rasanya pun tidak berlebihan dan tepat sasaran. Plating-nya pun rapi. Surabi bulat sempurna, serta warna-warninya permen coklat menambah penampilan surabi ini menjadi lebih eye-catching.

Penampakan kedua adalah :

20150115_193328

Surabi Tuna. Yang ini dimodel seperti pizza kalau dilihat dari luar. Topping-nya adalah tuna iris yang diletakkan di atas surabinya. Setelah itu dibalut dengan saus sambal dan mayonnaise. Bagi saya yang tidak punya toleransi terhadap pedas, ini pedas hahaha. Tapi bagi rata-rata, mungin biasa, pedas saus sambal saja. Tunanya gurih. Satu poin d sini, meski surabinya dasarnya sedikit manis, tapi ‘it worked’! Paduan antara surabi, pedasnya saus, gurihnya mayonnaise, serta gurih-asinnya tuna, berpadu jadi satu dan membentuk suatu gabungan kaya rasa.

Penampakan ketiga, sepertinya ini sajian khas dan signaturenya :

20150115_193344

Surabi Durian!. Hoho! yang 1 ini so freaking nice! Saya memang sengaja pesan yang fla durian biasa saja, untuk mencicip rasa fla nya. Dengan taburan (apa ya itu namanya, kurang tau juga, tapi jaman saya kecil itu namanya) ‘telur cicak’, membuat tampilan luarnya lebih menarik. Dan ternyata…. Flanya, mantab luar biasa. Duriannya terasa dalam bentuk cairnya fla putih. Saran saya mungkin 1, porsi fla bisa ditambah sedikit lagi, paling nggak untuk meng-cover 1/4 ketebalan surabinya. Di samping tentang porsi sausnya, overall untuk menu ini benar-benar recommended. Gabungan rasa surabi yang sedikit manis serta rasa fla yang kaya akan rasa durian memberi gabungan rasa yang tepat.

Untuk menu sampingnya :

20150115_200422

Menu selain surabi yang saya pesan adalah Singkong BBQ. Berharap mendapat rasa yang tidak pedas, makanya saya pilih yang Singkong BBQ. Benar memang bumbu BBQ nya nggak pedas, tapi ternyat diberi saus sambal juga. 😐 😐 😐 Ya sudah akhirnya pedas juga bwahahaha. Tapi btw, singkongnya enak, nggak keras, renyah, bumbunya juga kena.

Satu poin tentang Surabi Ndelik ini adalah harganya yang sangat manusiawi di kalangan mahasiswa. Harga surabinya nggak ada yang lebih dari Rp 9000. Bahkan ada yang 4000an, 5000an. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang mencari tempat tongkrongan yang tidak mengeringkan dompet  dengan tempat yang nyaman dan menu yang sedap di mulut, Surabi Ndelik ini bisa menjadi salah satu alternatif yang recommended. 😀

Stay tuned for the next entries! Most are about food, delicious & fun at the same time. 😀