My Journey Through Life..

~Some people believe we only live once, so have fun while doing it.~


Leave a comment

Harmonies of the Fictional Universes (Part 2)

Masih lanjutan dari post sebelumnya : Harmonies of the Fictional Unverses (Part 1), konten kali ini masih bertemakan alunan lagu dari dunia game yang menurut saya berkesan di hati, tapi kali ini hanya 1 genre.. Mungkin beberapa yang saya sebut di sini pernah Anda mainkan.

OK, langsung saja ke isi post kali ini :

Game Genre : RPG (Role Playing Game)

*Dari sekaian banyak game RPG yang pernah saya mainkan, banyak pula yang punya lagu-lagu yang enak didengarkan dan cocok di hati ūüėÄ

  • Chrono Trigger (SNES)

Game ini udah jadi game jadul tapi melegenda. Diciptakan pertama kali untuk SNES (Super Nintendo Entertainment System), dan saya beru main ketika SMP (c. 2005) menggunakan ZSNES (emulator untuk SNES).

Berada di satu universe yang sama dengan Chrono Cross (tapi beda waktu) serta dengan desain karakter mirip Dragon Ball, game ini menyuguhkan lagu-lagu menarik di dalamnya. Nggak bertemakan apa-apa, tapi susunan nadanya itu loh, enak banget buat didengerin. Tapi, dari mana susunan nada-nada itu dibuat? Siapa orang-orang dibaliknya? Salah dua orangnya memang merupakan composer terkenal di dunia game, yaitu Yasunori Mitsuda (cek kemari untuk lihat orangnya) dan Nobuo Uematsu (cek kemari juga untuk lihat orangnya). Bagaimana nggak, dua orang composer ini udah menciptakan lagu-lagu buat banyak game ternama.

Ini salah satu lagu yang saya suka dari game ini : Peaceful Days (lagu pas pertama kali Chrono bangun tidur di rumah/kotanya)

  • Final Fantasy 8 (PS1/X

Haha, saya ingat pertama kali main game ini. SD kelas 5 (c. 2003). Game ini dibuat taun 1999 dan lagunya di-compose oleh (siapa lagi kalau bukan) Nobuo Uematsu.

Mengusung tema sekolah prajurit melawan penyihir, sang¬†composer dapat menyusun lagu yang tepat buat jadi BGM-nya. Beberapa lagu¬†saat¬†battle¬†dibuat dengan model orkestra dan dengan tempo yang cepat serta menggebu-gebu (bwahahaha, kaya saya yang paling tau aja sih, tapi saya ngrasainnya kaya gitu), mungkin biar terasa ‘tense‘ nya, jadi instrumennya dimodel sedemikian sehingga memunculkan situasi itu. Di samping itu, di luar saat¬†battle, ada juga yang lagunya seperti¬†march¬†militer (mungkin menyesuaikan temanya). Tapi ada dua hal yang khas dari lagu karangan sang¬†composer di game ini, yaitu ada dua theme song yang jadi basis untuk pengembangan lagu-lagu lain di dalam game. Kedua lagu itu adalah¬†Eyes on Me dan theme song¬†nya Balamb Garden (karena pertama kali dengar lagu ini pasi di Balamb Garden, jadinya saya sebut saja itu theme song-nya). Kedua lagu itu diubah¬†style-nya dan jadilah lagu-lagu yang beda dan dipakai di beberapa adegan dalam game.

Ini lagu kesukaan saya di game ini : Breeze (BGMnya pas di kota Balamb). Petikan gitarnya¬†slow, enak banget buat santai, nadanya ga rumit, digabung sama visualisasi kota Balamb sendiri (yang pernah main game-nya), rasanya ‘sejuuuuk di hati…’ hahaha.

*Dari sekian banyak Final Fantasy yang pernah saya mainin (7 – 12, Tactics (PS1), Tactics (GBA), Dissidia 102, Crisis Core, dan Dirge of Cerberus), masih Final Fantasy 8 yang saya paling suka BGM-BGM-nya.

  • Suikoden 2 (PS1/X)

Nah kali ini bukan buatan SquareEnix/Soft (seperti Final Fantasy series), tapi buatan Konami. Inget Konami, inget game Konami pertama yang saya mainain, Winning Eleven 4, bahasa Jepang huahaha. Kembali ke topik, Suikoden 2 dirilis sekitar taun 2000 dan saya pertama main saat SD. Sang composer bernama Miki Higashino (cek kemari untuk info lebih lengkap) dan Keiko Fukami. Game ini mengambil latar jaman dahulu (belum ada teknologi maju), bertemakan perang antar kekuasaan sepertinya, saya cukup lupa sama ceritanya. Di satu sisi ada beberapa kota besar dan bahkan kerajaan-kerajaan, lengkap dengan lagu-lagu ala kerajaan yang anggun. Terompet-terompet, march tentara dll.

Di sisi lain (ini yang saya suka lebih), ada suasana bertemakan desa yang dibangun oleh sang composer dan desainer game-nya. Dengan suasana masih sederhana, sang composer menyusun lagu yang menyerupai lagu-lagu tradisional, dengan suara alat musik tradisional juga (mungkin menyusunnya dengan komputer, tapi suara yang dihasilkan seperti alat musik tradisional). Beberapa rasanya seperti menonton film China lama dan ada adegan di desa lengkap dengan BGM-BGM khasnya. BGM-BGM untuk desa di Suikoden 2 ini juga mirip seperti itu, dengan alunan nada yang pelan, melodi tradisional yang meliuk-liuk nadanya, cukup membangun untuk suasana yang ingin dimunculkan dalam game.

Ini lagu yang saya suka (salah satunya) : A Peaceful Mountain Village

*Ketika saya nulis post ini, tiba-tiba jadi pingin main Suikoden 2 lagi.. ūüėź

  • Legend of Mana (PS1/X)

Legend of Mana, game RPG semi 3D, pastinya buatan Square (Soft pada saat itu). Mengusung tema alam, game ini punya lagu yang indah (jarang saya pakai kata indah, tapi saya pakai kali ini). Meski buatan Squaresoft, composer game ini bukan Nobuo Uematsu/Yasunori Mitsuda, tapi Yoko Shimomura. Meski begitu, kualitas lagunya juga ga kalah.

Lagu di game ini terkesan ‘hidup’¬†terutama saat berada di¬†dungeon¬†karena disusun dengan tempo yang cepat, instrumen yang ramai dan melodi yang beragam. Tapi ada satu lagu yang paling suka yang jadi BGM¬†dungeon, judulnya ‘The Wind Sings of a Journey

Ini preview-nya dari Youtube :

Lagu itu enak bener didengernya haha. Dengan alunan ‘genjrengan’ gitar akustik, melodinya menggunakan sejenis alat musik tiup, lagu itu disusun sederhana tapi mengena. Untuk lagu yang tenang, masih menggunakan alat musik tiup dan gitar sebagai pengiringnya (bedanya kali ini dengan petikan gitar), tempo yang sangat lambat, berjudul ‘Places of Soul‘. Kalau mau tidur, cocok juga pakai lagu ini diulang¬†berkali-kali, sampai pagi hahaha.

*Khusus game ini saya kasih 2 contoh lagunya, karena kedua jenis lagunya juara (tempo lambat, tempo cepat) dan saya suka sekali keduanya.

  • Chrono Cross

HAHA!¬†Finally I get to this one. This one is a masterpiece when it comes to the BGMs (well, at least for me). Menggunakan universe yang sama dengan Chrono Trigger, namun waktunya lebih jauh ke depan. Bertemakan waktu (chrono, ¬†makanya nama kedua game itu ada ‘Chrono’ nya). Barangkali Chrono Cross maksudnya penjelajah waktu kali ya? Game ini hasil Squaresoft pada masa itu, dan tentu saja¬†composer-nya adalah… Yasunori Mitsuda :thumbsup:

Saya suka setiap lagu yang ada di game ini, termasuk theme song-nya. Theme song-nya disusun hanya dengan gitar dan vokal (sedengar saya). Setiap lagunya sangat enak didengar, easy listening, tapi kalau suruh mendeskripsikan gimana enaknya ya susah juga saya :)). Setiap BGM disusun dengan alunan nada yang mudah diterima bagi para pendengarnya, baik itu yang bertempo cepat maupun lambat. Tema BGM pun disesuaikan dengan area dimana pemain berada, ada yang di sebuah mansion kuno dan lagunya pun spooky, ada juga di dasar laut dengan lagu yang kalem dan sangat sepi, saat battle juga menggunakan lagu yang bertempo cepat serta ramai instrumen, dan kawan-kawan BGM yang lain.

Ini theme song-nya : Radical Dreamers
Kemudian salah satu kesukaan saya : Arni Village
Lalu satu lagi, ini lagu¬†opening-nya : Scars of Time / Time’s Scar

*Khusus game ini, saya share contoh lagunya 3 biji, karena saya anggap game ini masterpiece dalam hal lagu.

Wuah, part 2 sama panjang dengan part 1, padahal cuma 1 genre huahaha, tapi itu mungkin pertanda kalau saya benar-benar suka dengan game, bahkan sampai memperhatikan lagunya hahaha.

P.S : (sama seperti Part 1)

‚Äď Saya orang awam dalam hal musik jadi kalau ada salah dalam penyebutan istilah mohon dimaklumi, saya hanya penikmat musik
‚Äď Ini semua pendapat pribadi semata, diperbolehkan untuk tidak setuju. Kritik, komentar, dan saran yang membangun selalu diterima dan diolah. b ^_^ d
Advertisements


Leave a comment

Harmonies of the Fictional Universes (Part 1)

Hiburan yang cukup mainstream dan selalu banyak penggemarnya ada beberapa macam dan salah satunya, musik. Mungkin cuma beberapa orang yang nggak suka musik, itu berarti para musisi dan composer di dunia ini berhasil menggubah kumpulan nada jadi harmonis dan enak didengar.

Nah, kali ini, saya bakal bahas musik di ‘Fictional Universe’.¬†Apakah maksudnya?¬†Fictional Universe di sini maksudnya adalah dunia game (ya, karena game itu ada di dunia fiksi/tak nyata, kebanyakan). Buat beberapa orang main game tentu pasti cari senang (atau malah jadi frustrasi sendiri, hahaha), cari jalan cerita, pingin yang grafiknya bagus, dan di samping itu ada juga yang memperhatikan musiknya. Biasanya yang terakhir itu bonus dan gak ada niat awal buat nyari keindahan lagunya, eh tau-tau suka aja sama OST-OSTnya.

Saya sudah main game sejak kelas 2 SD (Spica¬†console pertama saya, semacam Nintendo), Console terakhir PS2, pingin lanjut ke PS3 sama PS4 tapi kepentok di sana sini, jadinya nggak jadi wahaha. Jadi bahasan saya akan terbatas. Berdasar pengalaman & pengamatan, tiap game (terutama model RPG/action adventure) biasanya punya model OST beda-beda. Misalnya pada suatu waktu lagunya¬†mellow,¬†lembut, pelan, tapi pada titik lain lagunya bisa bertempo cepet. Beberapa game punya OST yang cukup ‘nyangkut’ di hati saya dan akan saya¬†share semaksimal saya bisa, sapa tau bagi para penggemar¬†game yang pingin cari lagu dari game, bisa jadiin ini referensi.

Game genre 1 : Racing (balapan)

  • Gran Turismo 2 (Original JP¬†version, PS1/x)

Game balapan ini disukai ayah dan kakak saya, saya sendiri cuma suka nonton mereka bermain. Suka liat bentuk-bentuk mobilnya dan tentu suka lagunya. Composer dari GT2 Original adalah Keiji Matsumoto, Masahiro Andoh & Isamu Ohira (sumber 2 nama terakhir). Lagu-lagu paling saya suka adalah pas di balapan itu sendiri. Jadi sembari balapan, lagu iringannya itu saya pikir keren-keren. Mereka pakai lagu ala jamming, tanpa vokal, dan tempo lumayan cepat. Pemusik yang memainkan lagu-lagu ini pakai drum, gitar elektrik (2 kayanya sih), bass, keyboard (kayanya), dan synthesizer (sedenger saya). Sampai sekarang tiap saya denger lagu itu, selalu keingat masa kecil, liat 2 orang itu main game, terbayang jelas di benak.

Lagu ini termasuk jenis lagu yang membangkitkan semangat. Kalau lagi males ngapa-ngapain, bisa denger OST GT2, sapa tau jadi tambah semangat. Meski bertempo sedang Рcepat (saya bukan penggemar tempo cepat), tapi saya  bisa suka banget OST-OST nya. Tiap melodi dibawakan tanpa memekakkan telinga. Biasanya melodi dibawakan oleh gitaris dan tiap petikannya sangat enak diterima.

Ini salah satu contoh OST (saat di arena balap) yang saya paling suka, judulnya Call of the Wild

  • Chocobo Racing (PS1/X)

Ini game balapan terimut yang pernah saya mainin hahaha. Pertama saya main pas kelas 4 SD. Lagi-lagi musik yang saya suka tepat saat balapannya (di luar balapan biasanya hanya musik-musik sederhana, sekedar pengantar cerita atau BGM untuk menu). Saya yakin kali ini, di game ini semua nada dihasilkan dari alat musik elektrik, entah apapun bentuknya karena saya nggak tau detil tentang alat musik. Dengan¬†composer Kenji Ito, beliau dapat memunculkan suasana – suasana tiap arena ke dalam setiap BGM (BackGround Music). Contohnya : Stage khas Chocobo pakai musik khas Chocobo tapi dibuat sedemikian sehingga lebih hidup, dengan segala variasi instrumen yang dikerahkan ke dalam ragu. Stage untuk Moggle di-setting¬†dalam bentuk hutan, maka musiknya disusun dengan model yang pelan, melodi utama seperti seruling (karena setangkap saya, kalo seruling itu sebagian besar digunakan untuk menggambarkan keadaan alam :D), dan dengan nada yang ‘sejuk’. Kemudian untuk¬†stage¬†black mage, didesain dalam bentuk¬†mansion kuno yang digambarkan penuh hantu (ya hantu imut-imut juga sih), jadi lagunya dibuat model¬†spooky menggunakan efek tertentu menyerupai onomatope hantu. Khusus bonus arenanya Squall, sang¬†composer menggunakan¬†battle theme¬†nya Final Fantasy 8 yang sedikit diubah jadi lebih ramai.

Ini salah satu contoh BGM kesukaan saya : Mogri’s Forest

  • Crash Team Racing (PS1/X)

Sebagian besar pemain PS1/X pernah main game balapan ini. Menurut saya salah satu game legendaris PS1/X. Mirip dengan Chocobo Racing, sang¬†composer, Josh Mancell (sumber) juga dapat memunculkan visualisasi suasana dari tiap arena balap. Contohnya di arena Crash Cove nya Crash Bandicoot, suasana pantai yang digunakan di sana dan musik yang digunakan menggunakan melodi utama seperti alat musik tiup (entah apa namanya :D) yang biasanya digunakan sebagai BGM untuk visualisasi pesisir pantai tropis. Kemudian Polar Pass nya Polar, dengan area bersalju, menggunakan model musik seperti musim salju pada umumnya, lengkap dengan ‘kemrincing’ loncang Santa Claus. Entah ini hanya saya yang mem-visualkan seperti ini tapi bayangan itu muncul hahaha.

Ini contoh kesukaan saya, pesisir pantai tropis, Crash Cove :

Game Genre 2 : Side Scrolling Action

  • Doraemon 2 SOS! Otogi no Kuni (PS1/X)

Game side scrolling ini mengangkat tema legenda (Momotaro, Jack and the Beanstalk, Little Red Cape, kayanya Musashi, dan kayanya Urashima Tarou) dengan Doraemon dan 4 kawannya sebagai tokoh utama. Musik-musik dalam game ini dibuat dengan tempo yang lambat kecuali saat boss besar. Selain itu, nadanya pun dibuat ringan untuk didengarkan, sangat easy listening, dan juga diberi sentuhan instrumen-instrumen tradisional sebagai pelengkap pada BGM nya (khususnya stage awal Nobita) seperti yang ada di film-film Jepang kuno dengan tema samurai.

Ini gameplay Doraemon 2 SOS! (2:08 untuk stage awal Nobita, yang mana itu adalah kesukaan saya)

Game Genre 3 : Simulation & Source Management

  • Harvest Moon Back to Nature (PS1/X)
Hanya brand game ini yang setau saya nggak ada perang-perangan, bunuh-bunuhan, pukul-pukulan, dan segala adegan kekerasan. Mengunggah tema bercocok tanam, dan dari segala Harvest Moon yang pernah saya mainin, hanya Back to Nature (sama Friends of Mineral Town РGameBoy Advance karena ceritanya sama dan hanya beda console saja) yang lagunya sangat menarik perhatian. Gimana nggak? Lagunya didesain sedemikian rupa oleh sang composer Miyuki Horameda (sumber), sampe-sampe lagunya cocok untuk teman tidur.
Sang¬†composer dapat menyusun nada-nada sehingga jadilah musik-musik yang sangat sangat¬†easy listening.¬†Nggak ada vokal dalam seluruh OST game ini kecuali lagu prolog dan lagu nyanyian Karen saat acara gereja di dalam game. Selain itu hanya OST berisikan gabungan bermacam-macam instrumen yang saya sendiri nggak tau satu per satu, tapi yang jelas saya tau itu enak didengar hahaha. Nggak ada unsur drum ‘gedombrengan’ ataupun melengkingnya melodi gitar elektrik di OST game ini, tapi mungkin pakai¬†synthesizer. Saya nggak tau¬†genre¬†lagu apa yang disusun sang¬†composer tapi saya lebih suka menyebut lagu-lagu model ini dengan nama ‘nature’ (istilah saya sendiri sih bwahahaha) karena saya pribadi merasa cocok bila keadaan alam dan musim dalam game ini digambarkan dengan lagu seperti itu.
Ini salah satu lagu 4 musim yang saya paling suka : Spring (melodi utamanya enak banget didengerin)
Phew…. Sekian dulu untuk part 1 nya, karena rencana part 2 akan membahas genre RPG saja, dan dengan genre itu saya akan membawakan banyak game (hanya dengan 1 genre) hahahaha..
P.S. : – Saya orang awam dalam hal musik jadi kalau ada salah dalam penyebutan istilah mohon dimaklumi, saya hanya penikmat musik
          РIni semua pendapat pribadi semata, diperbolehkan untuk tidak setuju. Kritik, komentar, dan saran yang membangun selalu diterima dan diolah. b ^_^ d